Polda Sulteng Gelar Nobar Film “Hanya Manusia”

oleh -

KABAR LUWUK, PALU – Pemutaran film berjudul “Hanya Manusia” di Studio Cinema XXI Palu Grand Mall Kamis (7/11) mendapat antusias masyarakat dan anggota Polda Sulteng. Acara nonton bareng itu bahkan dihadiri Wakapolda Sulteng Brigjen Pol Drs Nurwindiyanto,MM, Danrem 132 Tadulako Kolonel Inf Agus Sasmita dan pejabat utama Polda Sulteng.

Film berdurasi 91 menit ini menceritakan tentang personil Polri IPTU Aryo yang diperankan Lian Firman dan IPDA Annisa diperankan Prisia Nasution yang bertugas pada Satuan Reskrim, terlibat dalam sebuah upaya memecahan kasus perdagangan manusia yang begitu rumit terungkap. Hal itu disebabkan karena kurangnya bukti – bukti untuk mendapatkan petunjuk. Bahkan dalam proses penyelidikan untuk membongkar kelompok sindikat yang terlibat dalam kasus tersebut,  adik kandung IPDA Annisa turut menjadi korban penculikan dan perdagangan manusia.

Baca Juga  Gubernur Sulteng Pimpin Rapat Penaganan Covid Bersama Tim Satgas

Pemutaran perdana film tersebut mendapat antusias penonton dengan jumlah yang luar biasa yakni 1.313 penonton yang ditayangkan di Cinema XXI Palu Grand Mall (PGM) dan Cinema IGN Poso City Mall.  Nonton bareng itu dihadiri oleh sejumlah personil TNI, Polri, ASN dan Bhayangkari. Selain itu Polda Sulteng juga mengajak pelajar, masyarakat dan awak media menyaksikan film itu.

Kabidhumas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto,S.IK menyampaikan film tersebut mencerminkan tugas anggota Polri dalam mengayomi masyarakat yang harus mengesampingkan kepentingan pribadi, harus bekerja secara professional dan proporsional  sesuai Undang Undang No.2 tahun 2002 tentang Polri.

“Semoga film ini menjadi motivasi buat personil Polri dan saya menghimbau kepada masyarakat khususnya peran orang tua agar selalu menjaga serta mengawasi anaknya agar tidak menjadi korban Human Trafficking,” katanya.

Baca Juga  Dukung Pelayanan Masyarakat, DSLNG Telah Sumbangkan Sembilan Kendaraan Operasional Bagi Daerah

Sejumlah masyarakat mengapresiasi film itu, menurut warga dalam film itu mencerminkan dan mengambarkan bahwa polisi juga manusia yang bisa mengalami sedih, sakit bahkan perlu menangis. (IkB)