Menggembirakan, Kini Sulteng Resmi Miliki Laboratorium Uji Swab Covid-19

oleh -

Siap Beroperasi Menguji Sampel Swab masyarakat Sulteng pada Awal Mei 2020 

KABAR LUWUK, BANGGAI – Upaya pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam penanggulangan dan pencegahan penyebaran pandemi corona virus disease (covid-19) terus saja dilakukan. Secara resmi kini Sulteng telah memiliki laboratorium kesehatan berisi peralatan  reverse-transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR) yang mampu mendeteksi adanya virus covid-19 dari sampel swab. Bahkan Kamis (30/4/2020) Gubernur Sulteng Drs H Longki Djanggola, M.Si meninjau kesiapan labkes itu yang rencananya akan dioperasikan pada Senin (4/5/2020) nanti.

Gubernur Sulawesi Tengah, Drs H Longki Djanggola, M.Si pada Kamis (30/4/2020) mengecek langsung kesiapan laboratorium RT-PCR milik Labkes Pemprov Sulteng yang akan beroperasi menguji sampel swab pada awal April ini. (Foto : Dok Humas Pemprov)

Pada kunjungannya ke Labkes itu, Longki Djanggola mengatakan dengan adanya alat RT-PCR ini deteksi kasus positif covid-19 akan jadi lebih cepat dengan tingkat keakuratan sampai 100% daripada memakai rapid test. Pada peninjauan itu, gubernur didampingi Danrem 132 Tadulako Kolonel (Inf) Agus Sasmita, Kapolda Sulteng Irjen Pol. Syafril Nursal, Kadis Kesehatan dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK, M.Kes dan Kepala BPOM Palu.

Baca Juga  Legenda Tano Sampaka

“Laboratorium ini akan melaksanakan pemeriksaan sampel swab pada senin mendatang, alat RT-PCR ini pada setiap pengoperasiannya (running) akan langsung menguji 13 sampel swab. Pada lima atau enam jam berikutnya sampel swab akan ketahuan hasilnya. Dalam sehari mampu menguji sekira 26 sampel swab,” jelas Longki Djanggola.

Untuk tenaga medis atau tenaga ahli yang akan mengoperasikan peralata ini telah disiapkan sekira 17 orang yang memiliki keahlian dan kopetensi di bidangnya masing-masing. Laboratorium RT-PCR Dinkes Pemprov Sulteng ini nantinya akan diprioritaskan untuk uji sampel swab masyarakat Sulteng sesuai SOP survelens Protokol covid 19. Tapi apabila ada rekomendasi dan petunjuk resmi dari Litbang Kemenkes RI untuk  menerima sampel swab dari provinsi tetangga seperti Gorontalo dan Sulbar maka laboratorium ini siap mengakomodir.

Baca Juga  RSUD Trikora Salakan Akan Melaksanakan Pemusnahan Penghapusan Perbekalan Farmasi

Pada laboratorium ini juga tersedia ruang penyimpanan sampel swab yang memiliki kapasitas sekira 1.000 sampel  yang nantinya akan di uji. Sehingga tidak tertutup kemungkinan laboratorium ini bisa menerima sampel dari provinsi tetangga seperti Gorontalo dan Sulbar.

“Tapi prioritas sekarang tetap untuk masyarakat Sulteng dan jika nanti ada petunjuk dari pusat dalam hal ini Litbang Kementerian Kesehatan, barulah Sulteng memback up daerah lain, bahkan Kalau sudah diakui maka laboratorium kita ini akan sama dengan yang ada di Jakarta dan Makasar,” tegas Gubernur Sulteng.

Dengan kemampuan UPT Labkes melakukan uji swab melalui peralatan RT-PCR ini maka Sulteng kini menjadi provinsi kedua di Sulawesi yang mampu menguji sampel swab lewat metode PCR sesuai SOP surveilens protokol covid 19 Nasional.

Tentang kemungkinan melonjaknya pasien covid-19 maka Gubernur Longki Djanggola menyatakan bahwa pemda sejak jauh hari telah mempersiapkan skenario antisipasi. Seperti menyiagakan gedung LPMP dan asrama BPSDM untuk merawat pasien, serta asrama Bapelkes untuk transit tenaga medis yang merawat pasien.

Baca Juga  Berkas Lengkap, Polsek Toili Limpahkan Kasus Cabul

Adapun prediksi pakar epidemiologi menyatakan pada puncak wabah Mei nanti, jumlah terjangkit Sulteng mencapai 80 kasus positif maka gubernur dengan tegas meminta masyarakat supaya lebih disiplin menaati imbauan pemerintah.

“Alhamdulillah tingkat kematian kita rendah dari sekian kasus, itu lah ukurannya sehingga (kurva) kita masih dianggap landai dan saya mau dukungan masyarakat supaya proaktif membantu pemerintah,”pungkasnya berharap.

Nantinya sampel swab dari 13 kabupaten dan kota yang ada di wilayah Sulawesi Tengah tidak lagi di kirim ke Makassar namun akan langsung di uji di Laboratorium Kesehatan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. (Ikb)