Membangun Harapan di Tengah Covid-19

oleh -

Penulis : Degina Adenessa (communication and media officer JMK Oxfam)

KABAR LUWUK, PALU – Wabah virus corona telah menciptakan efek luar biasa bagi kehidupan. Pembatasan aktivitas sosial telah diberlakukan di beberapa negara. Indonesia sendiri telah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah.

Moda trasnportasi yang dulunya sangat mudah diakses, hari ini menjadi hal yang sulit. Protokol Kesehatan seperti menggunakan masker saat bepergian, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak dengan orang lain telah digaungkan sana sini demi memutus rantai penyebaran virus corona. Hingga hal yang paling berat adalah imbauan pemerintah mengenai larangan keluar rumah.

Protokol mengenai pembatasan keluar rumah menjadi salah satu yang paling sulit dipatuhi baik skala individu maupun regulasi tiap daerah. Hal ini tak lepas dari alasan perputaran ekonomi juga keberlangsungan hidup utamanya bagi buruh yang bergantung pada pekerjaan dengan upah harian.

Baca Juga  RSUD Trikora Salakan Akan Melaksanakan Pemusnahan Penghapusan Perbekalan Farmasi

Betapa pandemi virus corona telah mengubah kehidupan manusia. Namun, kita harus meyakini bahwa hidup haruslah terus berlanjut. Masih ada kehidupan lain yang harus dijalani.

Relawan PKBI Jejaring Mitra Kemanusiaan (JMK) Oxfam yang tengah melakukan respon bencana gempa bumi dan tsunami Sulawesi Tengah mencoba merekam beberapa momen orang-orang yang masih berusaha keras untuk bertahan di tengah pandemi ini.

Foto: Ardianysah Rosli

Seorang petugas medis melakukan pemeriksaan Kesehatan di perbatasan daerah. Warga yang melintasi perbatasan Pantoloan, Palu, Sulawesi Tengah ini harus menjalani serangkaian pemeriksaan dari petugas medis seperti screening test, mencuci tangan, melewati bilik disinfektan, memeriksa suhu tubuh hingga pencatatatan data pribadi. Hal ini menjadi salah satu upaya nyata mencegah wabah virus corona menyebarluas. Tenaga medis menjadi garda terdepan dalam memutus rantai penyebaran virus corona.

Baca Juga  BNPT Gelar Bakti Sosial Untuk Korban Dan Keluarga Korban Terorisme Di Sigi dan Poso
Foto: Zulfadhli Prasetyo

Lelaki paruh baya tengah menjajakan barang dagangan berupa mainan anak di pinggir jalan kota Palu, Sulawesi Tengah.
Hidup memang harus terus berlanjut. Mencari nafkah demi keberlangsungan hidup bukan hal yang bisa ditinggalkan. Meski demikian, menerapkan protocol Kesehatan di masa pandemic terus dilakukan pedagang mainan anak ini.

Foto: Ifon Lanyama

Kapan pandemi ini akan berakhir? Pertanyaan yang terus berkecamuk dalam pikiran seorang pedagang ikan di desa Labean, Donggala, Sulawesi Tengah.

Menjaga keberlangsungan hidup di tengah pendemi bukanlah sesuatu hal yang mudah. Tapi, bagi perempuan ini, tak ada rasa putus asa untuk mencari nafkah.

Foto: Ardianysah Rosli

Imbauan untuk mematuhi protokol Kesehatan bagi pengendara dilakukan oleh seorang perempuan di perbatasan daerah Pantoloan Palu. Menggunakan megaphone yang digantungkan di bahunya, perempuan ini terus semangat mengingatkan kepada warga untuk mematuhi aturan keselamatan di masa pandemi meski panas matahari bercampur polusi mesin kendaraan dirasakan.

Baca Juga  Ketua PKK Sulteng Bagikan Bantuan Suplemen Ke Nakes
Foto: Ardianysah Rosli

Mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun menjadi protocol Kesehatan yang terus diingatkan demi memutus rantai penyebaran virus corona.
Terlihat sejumlah pengendara tengah menerapkan protokol tersebut diawasi oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP). (***)