KM Lintas Timur Pengangkut Semen PT IMIP Tenggelam di Perairan Banggai

oleh -

KABAR LUWUK, Palu – Kapal Motor (KM) Lintas Timur yang mengakut semen untuk PT IMIP di Morowali tenggelam di perairan Banggai saat tengah berlayar dari Bitung pada Sabtu (1/6). Menurut Yacob Achon Nedrupun salah seorang Anak Buah Kapal (ABK) yang selamat, kapal itu tengelam sekira pukul 16.00 wita setelah mengalami kendala mesin. Saat lambung kapal sudah terisi air laut dan miring maka kapten kapal Matita Putty Marthinus memerintahkan seluruh ABK meninggalkan kapal.

Berdasarkan keterangan Yacob kepada petugas Basarnas yang menyelamatkannya, pada Selasa (28/5) sekira pukul 08.00 wita, KM Lintas Timur meninggalkan dermaga Bitung dengan tujuan PT IMIP dengan membawa muatan semen. Diterangkan oleh Yacob, pada hari Kamis (30/5) kapal melintasi wilayah perairan Taliabu dalam kondisi normal. Namun pada Sabtu (1/6) tepatnya pukul 12.00 wita kapal mengalami masalah pada motor lampu, sehingga kapten menghentikan kapal untuk perbaikan kerusakan itu.

“Butuh waktu sekira dua jam untuk memperbaiki motor lampu yang rusak itu, setelah diperbaiki kapal lalu melanjukan perjalanan dengan kondisi kapal sedikit miring karena terisi air,” ungkap Yacob kepada petugas Basarnas Palu.

Baca Juga  Sukses di Acara Perdana, Bold Riders Luwuk Banggai Targetkan Berkurban Lebih Banyak Tahun Depan

Tidak berselang lama, kapal kembali mengalami masalah mesin yang membuat badan kapal semakin miring dikarenakan air laut terus masuk kedalam lambung kapal. Saat itu kata Yacob, kapten kapal langsung menginstruksikan kepada seluruh ABK untuk meninggalkan kapal.

“Kami sekira delapan belas orang meninggalkan kapal menggunakan pelampung, saat meninggalkan kapal kami saling berpegangan tangan membentuk lingkaran, kami saat itu terapung ditengah laut berharap segera mendapat pertolongan,” terangnya.

Seharian terapung di laut, tepatnya  Minggu (2/6) sekira pukul 05.30 wita, sebanyak enam orang ABK termasuk Yacob memutuskan untuk berusaha berenang ke darat Banggai. saat berusaha menggapai daratan tepatnya sekira pukul 20.00 wita, salah seorang ABK meninggal akibat kelelahan. Mengetahui rekannya telah meninggal, lima ABK lainnya meningalkan korban dan melanjutkan berenang kearah daratan. Usaha menggapai daratang masih terus dilakukan lima ABK termasuk Yacob namun arus dan gelombang membuat usaha mereka nyaris sia-sia hingga pada esok harinya lagi dua orang ABK lainnya meninggal akibat kelelahan.

Baca Juga  52 KPM Desa Mamulusan Terima Bantuan BLT DD dan Bantuan Alat pertanian

“Rekan kami meninggal satu persatu hingga menyisahkan kita bertiga, sayangnya saat dalam usaha menggapai daratan satu rekan kami bernama Amis terpisah. Masih dalam usaha mencari daratan rekan saya bernama Jefri kembali terpisah, saya saat itu sudah pasrah namun masih tetap berusaha sedayaupaya agar tetap selamat,” tambahnya.

Ditengah rasa putus asa, Yacob melihat adanya batang kayu yang mengapung di laut. Saat itu diputuskannya untuk berenang mengejar batang kayu itu sebagai alat apung sembari menunggu pertolongan. Nasib baik menghampiri Yacob, pada Selasa (4/6) sekira pukul 14.00 wita dirinya diselamatkan kapal berbendera India yang kebetulan melintas diwilayah itu. Yacob kemudian dievakuasi keatas kapal yang selanjutnya menghubungi kapal terdekat untuk mengevakuasinya kedarat. Sekira pukul 16.00 wita Kapal milik DSLNG tiba untuk selanjutnya mengevakuasinya kedarat untuk dirujuk ke RSUD Luwuk guna mendapatkan pertolongan medis.

Baca Juga  Lagi, IMIP Kirim Bantuan Atasi Kelangkaan Oksigen

Saat itu upaya pencarian dan pertolongan tengan dilakukan kantor Basarnas Palu. Bahkan upaya pencarian dan pertolongan itu melibatkan Polairud, TNI Angkatan Udara, Pos Angkatan Laut serta potensi SAR yang ada diwilayah Kabupaten Banggai. Hingga berita ini terbit baru satu korban dari 18 ABK yang berhasil diselamatkan. Upaya pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan dan berharap adanya korban selamat yang bisa ditemukan. (ikb)