Kapus Totikum Selatan Menghilang Bersama Dana Nakes Penanganan Covid, Berjumlah Puluhan Juta

oleh -

Tidak Melaksanakan Tugas Sebulan Lebih, Masyarakat Minta Bupati dan Dinas Terkait Segera Mengganti Kapus

KABAR LUWUK, BANGGAI KEPULAUAN – Dana anggaran penanganan pandemi Covid-19 masa periode bulan April-November 2020 peruntukan Nakes UPT. Puskesmas Totikum Selatan, dan uang saku kegiatan Workshop sudah diterima oleh Ka. UPT. Puskesmas Totikum Selatan berinisial (IT) pada sekitar awal bulan Januari 2021. Tetapi sampai saat ini keberadaan dana tersebut belum juga ditindaklanjuti oleh IT selaku Pimpinan di Puskesmas Totikum Selatan kepada Nakes UPT. Puskesmas Totikum Selatan.

Diduga dana yang telah diterima oleh IT telah raib bersama IT, karena sudah sekitar satu bulan lamanya Kapus Totikum Selatan belum juga masuk Kantor melaksanakan tugasnya dan tanpa alasan apapun sampai berita ini diterbitkan. Olehnya itu, dengan ketidak hadiran IT seakan akan dana honor para nakes dari kegiatan semasa penanganan pandemi Covid-19 dan ditambah uang Saku kegiatan Workshop seakan lenyap bersama sang Kapus Totikum Selatan.

Baca Juga  Polres Palu Amankan Enam Terduga Penyalagunaan Narkoba, Dua Diantaranya Pasutri Sebagai Bandar Sabu

Kasus ini membuat beberapa staf di Puskesmas Totikum Selatan bertanya-tanya, kemana hak mereka, apalagi jika ditotalkan dari anggaran Covid-19 sekitar Rp 39.600,000,- dan uang Saku kegiatan Workshop Rp 5.600,000,- dengan total mencapai sedikitnya Rp 45.200,000,- (Empat Puluh Lima Juta Dua Ratus Ribu Rupiah).

Kepala Tata Usaha ( KTU ) UPT. Puskesmas Totikum Selatan, Brusli yang telah dikonfirmasi oleh awak media mengatakan, selaku KTU di Pusekesmas, pihaknya juga ikut kebingungan dengan sikap yang diambil oleh Kepala Puskesmas. Dana anggaran penanganan pandemi Covid-19 yang mencapai sekitar Rp 39 juta itu, dan akan diserahkan oleh Pihak Kecamatan Totikum Selatan pada bulan november 2020, ia menolak untuk menerima dana tersebut.

Anehnya setelah berselang dua bulan lamanya, ternyata kami menerima informasi dari bendahara  Kantor BPBD Kabupaten Bangkep Basri, bahwa dana anggaran penanganan pandemi Covid-19 itu, oleh IT sudah mengambil langsung dari Basri selaku bendahara BPBD di ruang kerjanya di Salakan. Termasuk uang kegiatan Workshop yang sekitar Rp5juta lebih peruntukan tenaga medis sebanyak tujuh Nakes, juga sampai saat ini belum diberikan.

Baca Juga  Dukung Pelayanan Masyarakat, DSLNG Telah Sumbangkan Sembilan Kendaraan Operasional Bagi Daerah

“Jadi, dana itu sudah di ambil oleh IT pada sekitar bulan Desember 2020, dan hal ini sudah sesuai penjelasan dari dinas terkait, dan dari kejadian itu, ini belum selesai dengan ketidak hadiran yang jelas dari IT selaku Pimpinan di UPT. Puskesmas Totikum Selatan ini yang sudah sekitar satu bulan ini membuat kami merasa bingung, ada apa semuah ini,” katanya.

Olehnya itu para nakes di Puskesmas Totikum Selatan meminta agar IT bertanggungjawab terkait masalah itu. Termasuk menyelesaikan apa yang menjadi hak mereka para petugas nakes yang hingga kini belum menerima uang tersebut.

“Saya memintah Kapus agar lebih jentelemen dalam menghadapi masalah, kalau memang masih mau jadi Kapus harusnya datang duduk bersama dan selesaikan persoalan ini, kami juga masi membutuhkan seorang pemimpin,” ujar Brusli.

Baca Juga  Ketua PKK Sulteng Bagikan Bantuan Suplemen Ke Nakes

Terpisah awak media mengkonfirmasi permasahalan ini kepada Basri selaku bendahara BPBD Bangkep, melalui sambungan telepon Ia menyampaikan dana anggaran penanganan pandemi Covid-19 mulai bulan April-November 2020 peruntukan untuk Medis dari Nakes UPT. Puskesmas Totikum Selatan tersebut, benar sudah diambil oleh IT selaku Kapus Totikum Selatan.

“Iya benar adanya, itu uang anggaran penanganan pandemi Covid-19 itu, Kapus sudah ambil sama saya cuman sudah lupa tanggalnya, Kapus sendirilah yang datang mengambil dana tersebut kepada saya sebesar Rp 39.600.000, ” tambah Basri.

Kasus ini menjadi perhatian publik, selain Kapus Totikum Selatan yang sudah sebulan lebih tidak menjalankan tugasnya sudah barang tentu wajib mempertanggungjawabkan persoalan dana yang telah dia terima namun belum dibayarkan kepada para nakes. (***)