Ibu Pelopor Konstruksi, Berdayakan Perempuan Bermitigasi

oleh -

KABAR LUWUK, SIGI – Stigma bahwa pembangunan berupa konstruksi rumah dan sarana lainnya hanya di dominasi kaum lelaki berubah setelah mengetahui ratusan perempuan di Kabupaten Sigi, Donggala dan Kota Palu, Sulawesi Tengah ternyata mampu dan memahami cara membangun rumah tinggal mereka secara mandiri.

Marlina (41) warga Desa Solowe, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi salah satu perempuan yang terlibat dalam kegiatan intensif cara-cara membangun rumah kepada para perempuan yang dilaksanakan oleh  dua  puluh tiga swadaya masyarakat bersama Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah ini telah mengetahui secara detail bagaimana proses dan tahapan membangun rumah dengan baik dan benar.

“Pelatihan yang kita ikuti itu mengajarkan bahwa perempuan bisa terlibat aktif mengawasi perbaikan dan pembangunan rumah mereka yang rusak akibat gempa bumi pada 2018,” kata Marlina.

Baca Juga  Ini Penyampaian Gubernur Sulteng Saat Kunjungan ke Pos Kotis Madago Raya Poso

Dijelaskannya, ia bersama peserta lainnya mempraktikkan berbagai teknik membangun rumah. Mulai dari membuat adukan semen, mengikat besi, hingga menentukan jenis ukuran besi ideal yang digunakan untuk kebutuhan tiang bangunan rumah.

“Selama ini kita tahunya pekerjaan itu diserahkan kepada tukang, kita hanya tahu beres. Padahal rumah yang dibangun akan kita tinggali sehingga harusnya kita tahu kekuatan dan material yang digunakan seperti apa. Nah dengan mengikuti pelatihan ini maka saya akhirnya tahu bahwa ada tahapan dan perencanaan yang mestinya tidak boleh dilewati,” tambahnya.

Rencananya jika nanti dana stimulan untuk rumahnya yang rusak berat telah dicairkan maka dirinya akan terlibat langsung dalam proses pembangunan rumahnya. Sehingga ilmu yang diperoleh dapat langsung dipraktekan pada proses pembangunan rumahnya yang sempat hancur diguncang gempa.

Baca Juga  Pemerintah Propinsi Sulawesi Tengah Akan Memberi Bonus 1 Unit Rumah Bagi Atlet Peraih Mendali Emas.

Ditempat yang sama Arwin Soelaksono selaku Shelter Subcluster Coordinator Central Sulawesi mengatakan, bahwa gempa itu sejatinya tidak membunuh tapi material bangunan yang tidak aman. Sehingganya 23 NGO kemudian memutuskanu merangkul kaum perempuan khususnya ibu-ibu, karena mereka termasuk sebagai pengambil keputusan.

“Jadi  untuk mereka didorong mengambil keputusan pemulihan secara mandiri, apapun konstruksinya dan desainnya yang penting memenuhi kaedah tehnik bangunan. Jadi bagaimana menjelaskan tentang tehnik  kepada orang awam dan terbukti berhasil melalui pelatihan di lima desa ada lebih dari 150 orang ibu-ibu yang berpatisipasi dalam kegiatan tersebut” ujarnya.

Tujuannya agar sebentar semakin banyak ibu-ibu yang memiliki  kemampuan tehnik dan konstruksi terhadap bangunan yang aman dan kokoh seperti bahan material apa saja yang baik digunakan dalam bangunan serta desain rumah  ini yang sesuai. Hal  ini merupakan bagian dari upaya mitigasi.

Baca Juga  Apresiasi Dedikasi yang Luar Biasa, TNI AL Beri Penghargaan Bidan Awanthy Pangas

“Pentingnya mengubah praktek tukang bangunan yang sekarang ini. Perempuan, khususnya ibu rumah tangga, sebagai pemilik rumah dapat mengambil peran itu. Namun, pengetahuan mereka seputar teknik bangunan harus ditingkatkan. Antara lain, bagaimana menentukan desain rumah, membuat anggaran, memilih bahan bangunan, memonitor pekerjaan konstruksi serta mengelola tukang bangunan,” tambahnya.

Rencananya program Ibu Pelopor Konstruksi yang digagas oleh 23 akan di adopsi oleh Pemerintah Kabupaten Sigi. Sehingga lebih banyak lagi ibu atau perempuan yang kemudian memahami tentang konstruksi. (IkB)