Hanyut di Sungai Palu, Bojes Ditemukan Tidak Bernyawa

oleh -

Basarnas Dibantu Brimob dan Polairud Polda Sulteng Serahkan Korban Kepada Keluarga

KABAR LUWUK, PALU РTangis pilu mewarnai proses evakuasi jenazah Riski alias Bojes (12) warga jalan Sungai Bongka, Kelurahan Ujuna, Kota Palu yang ditemukan tidak bernyawa, Senin (13/1/2020) pasca dikabarkan hanyut kala mencari ikan di Sungai Palu, Minggu (12/1/2020). Pihak keluarga meminta agar korban bisa segera diserahkan untuk selanjutnya disemayamkan dan dikebumikan.

Kepala Kantor SAR Palu, Basrano mengatakan upaya pencarian korban yang dilakukan tim gabungan melibatkan SAR Palu, Brimob, Polairud, BPBD serta instansi lainnya pada hari kedua itu akhirnya membuahkan hasil. Sekira pukul 09.00 wita korban ditemukan mengapung dan tersangkut di jaring ikan milik nelayan setempat.

Baca Juga  Polsek Toili, TNI dan Satgas Covid Gerak Cepat Penyemprotan Densifektan, Guna Tekan Penambahan Angka Covid 19

“Pencarian di hari kedua terhadap korban yang hanyut di Sungai Palu membuahkan hasil. Sayangnya korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Jaraknya sekira 800-1.300 meter dari titik korban hanyut tepatnya di sekitar muara,” terang Basrano.

Selanjutnya atas permintaan pihak keluarga, korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka.

Terpisah Komandan Batalyon A Pelopor Sat Brimob Polda Sulteng, Kompol M Aries Purwanto, S.IK yang dimintai keterangan mengatakan, pihaknya terlibat dalam proses pencarian dan pertolongan terhadap korban sejak hari pertama korban dikabarkan hanyut.

Tim SAR Batalyon A Pelopor yang dipimpin Bripka Deddy Indra itu beranggotakan sepuluh personil. Guna melalukan pencarian tim mengerahkan satu unit kendaraan perintis SAR “Tata 1” beserta satu perahu karet bermesin 25 PK.

Baca Juga  Dampak Penutupan Akses Jalan, Pemuda Maahas Usulkan Gedung Unismuh Jadikan Tempat Pasien Covid 19

Proses pencarian hari kedua itu dimulai sekira pukul 06.00 wita diawali apel pengecekan dan briefing kepada Tim SAR. Selanjutnya dilakukan persiapan peralatan dan perlengkapan pendukung SAR. Pada pukuk 07.00 wita melaksanakan pembagian tugas dipimpin Basrano

Tim kemudian menyisir sungai dari titik korban dikabarkan hanyut hingga ke muara. Pada sekira pukuk 09.10 wita perahu karet SAR Batalyon A Pelopor menemukan korban dalam keadaan mengapung dekat jaring ikan nelayan.

“Tim gabungan SAR melibatkan SAR Batalyon A Pelopor menemukan korban di posisi 0 ‘ 53′ 6.44″ S – 119′ 51’ 30.84″ T atau berjarak 800 meter dari titik korban dilaporkan hanyut,” ujar Kompol Aries.

Proses pencarian terhadap korban terbilang cukup berbahaya. Pasalnya beberapa kali terlihat sejumlah buaya menampakan diri. Sehingganya tim yang melakukan pencarian senantiasa berhati-hati agar tidak menjadi korban. (IkB)