HAMBA Tolak Operasional Pertambangan Nikel di Kecamatan Masama

oleh -
foto : jurnalnews.id

Berdampak buruk bagi lingkungan dan generasi masa depan

KABAR LUWUK, BANGGAI – Rencana operasi perusahaan nikel yang bergerak di Kecamatan Masama mendapat respon penolakan dari salah satu organisasi mahasiswa. Salah satunya yakni Himpunan Mahasiswa Balantak (HAMBA).

Ketua HAMBA Kabupaten Banggai, Cindi Febrilia Apit mengatakan, beroperasinya perusahaan pertambangan tidak memberikan efek baik bagi kelangsungan hidup masyarakat di Kecamatan Masama.

Ketua HAMBA Kabupaten Banggai, Cindi Febrilia Apit

“Tambang nikel tersebut, hanya akan mengakibatkan kerusakan lingkungan. Apalagi, Masama setiap tahun pasti selalu terjadi banjir,” ungkap Cindi Febrilia Apit.

Beraktivitasnya pertambangan biji nikel, nantinya akan menambah kerusakan hutan yang nantinya akan mengakibatkan banjir. Apalagi, beberapa desa di Masama setiap musim hujan selalu banjir.

Baca Juga  Dampak Penutupan Akses Jalan, Pemuda Maahas Usulkan Gedung Unismuh Jadikan Tempat Pasien Covid 19

 “Kerusakan hutan yang terjadi di Masama akan bertambah apabila tambang nikel mulai beroprasi, tentunya tak ada lagi penyanggah air dalam tanah dan pasti akan terjadi banjir yang akibatnya akan merusak wilayah persawahan di daerah itu,” kata dia.

 Masyarakat katanya jangan hanya berpikir keuntungan pada saat pembebasan lahan, akan tetapi masyarakat harus memikirkan masa depan dari generasi muda.

“Keberedaan perusahaan nikel justru jadi petaka bagi daerah lokasi tambang. Karena iming-iming perusahaan tentang CSR, lapangan kerja, tidak sebanding dengan masa depan anak cucu di lokasi tembang tersebut,” tegasnya.

Sejauh ini terjadi pro dan kontra terkait rencana aktivitas perusahan tambang nikel di Kecamatan Masama. Sebagian warga menyatakan mendukung sementara masyarakat lainnya keberatan dan secara tegas menolak keberadaan operasional perusahaan tambang di wilayah mereka. (IkB)