GAM Minta Pemerintah Tinjau Perusakan Hutan Penyangga Kota Luwuk 

oleh -

KABAR LUWUK, BANGGAI – Pembangunan dan pengembangan suatu wilayah jika tidak memperhatikan dampak lingkungan bisa dipastikan berimplikasi pada bencana. Salah satu contoh yakni pembabatan dan pengusuran lahan di wilayah Desa Tontuan yang berbatasan dengan Kelurahan Luwuk tepatnya masuk dalam hutan penyangga. Olehnya itu LSM GAM meminta pemerintah segera meninjau dan menghentikan aktivitas itu.

Sekretaris GAM Akli Suong, SH kepada media kabarluwuk.com mengatakan, jika dibiarkan maka pembangunan tersebut akan berdampak negatif terhadap lingkungan yakni dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan perkotaan.

“LSM GAM secara tegas menolak adanya pembangunan pembukaan lahan yang di lakukan diatas bukit yang berada di wilayah Kecamatan Luwuk. Karena wilayah tersebut merupakan wilayah yang merupakan hutan penyangga kota sehingga bisa bedampak pada wilayah perumahan masyarakat yang berada diwilayah sekitar,” kata Akli.

Baca Juga  Din Lamasada " Program Kerja Pertama Setelah Di Lantik Tingkatkan PAD "

GAM meminta Pemda harus tegas dengan tidak meberikan izin, dalam bentuk apapun yang berdampak negatif terhadap masyrakat.

“Pemda Banggai harus menetapkan rencana tata ruang wilayah yang jelas agar masyrakat tidak seenaknya melakukan pembangunan dalam bentuk apapun. Apalagi pembangunan tersebut perdampak pada kepentingan umum masyrakat,” tambahnya.

Akli menambahkan berkaitan dengan kepentingan umum di bidang lingkungan seharusnya pemerintah memberlakukan pembangunan berperspektif mitigasi, jangan sampai sudah terjadi bencana baru melakukan penanggulangan. Justru kata Akli, yang kita harus dilaksanakan pemda adalah bagmna mencegah terjadinya bencana yang di akibatkan oleh kerusakan lingkungan.

Selain itu GAM juga meminta pihak penegak hukum baik Polres Banggai maupun Kejaksaan Negeri Banggai untuk melakukan pengawasan dan menindaki apabila dalam keģiatan tersebut bertentangan dengan aturan perundang undangan.

Baca Juga  Legenda Tano Sampaka

“Kita minta agar pemerintah segera menetapkan kawasan itu menjadi kawasan hutan kota. Jika tidak maka suatu saat nanti akan berdampak buruk,” tegas Akli.

Camat Luwuk yang dikonfirmasi menyatakan telah memerintah jajarannya menemui Kepala Desa Tontuan untuk menghentikan aktivitas perusakan areal hutan penyangga itu. Karena jika dibiarkan maka wilayah khususnya kompleks Kelurahan Luwuk dan sekitarnya akan mengalami banjir lumpur termasuk adanya liquifaksi. Sementara itu Kepala Desa Tontuan menyebutnan jika dirinya tidak menerima pemberitahuan adanya aktivitas pembongkaran lahan tersebut.(Marjuki Bayu)