Empat Rumah di Desa Saluan Terendam Banjir, Kapolsek Toili Bopong Warga Ketempat Aman

oleh -
Kapolsek Toili IPTU Candra membopong seorang warga Desa Saluan, Kecamatan Moilong yang rumahnya terendam banjir ketempat aman. (Foto : Istimewa)

KABAR LUWUK, BANGGAI – Curah hujan yang cukup tinggi melanda wilayah Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai. Akibatnya Sungai Kayuku pada Rabu (10/6/2020) meluap dan menyebabkan wilayah Desa Saluan terendam air. Kapolsek Toili IPTU Candra turun tangan melakukan evakuasi terhadap empat keluarga ketempat yang lebih aman.

Kapolsek Toili IPTU Candra membopong seorang warga Desa Saluan, Kecamatan Moilong yang rumahnya terendam banjir ketempat aman. (Foto : Istimewa)

Diceritakan IPTU Candra, pada hari Rabu, 10 Juni 2020 itu wilayah Hukum Polsek Toili turun hujan yang cukup deras. Curah hujan yang cukup deras tersebut mengakibatkan meluapnya Sungai Kayuku pada hari Kamis 11 Juni 2020 sekitar jam 06.00 wita. Meluapnya Sungai Kayuku tersebut berakibat tergenangnya  empat rumah warga di Dusun 1 Desa Saluan, Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai. Sehingga terpaksa harus dilakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman. Empat keluarga yang harus dievakuasi itu yakni Keluarga Alki, Arif Aka, Nurhayah dan Nandong.

“Setibanya kami di TKP ketinggian genangan air dirumah empat orang warga tersebut sudah mencapai sekira 40 centi meter, karena nenek Nurhayati yang sulit berjalan maka terpaksa dia kami bopong di pundak melewati genangan air ke tempat yang lebih aman,” jelas IPTU Candra.

Baca Juga  RSUD Trikora Salakan Akan Melaksanakan Pemusnahan Penghapusan Perbekalan Farmasi

Kapolsek Toili pada saat itu menghimbau warga agar tetap waspada dan mengamankan diri di tempat yang aman dan berkoordinasi dengan Kepala Desa Saluan dan Camat Moilong dalam rangka penanganan dan antisipasi hal yang tidak diinginkan terkait kejadian tersebut.

Saat ini sekira pukul 10.30 wita curah hujan sudah meredah dan air sudah mulai surut namun Kapolsek bersama Danramil dan Camat tetap melaksanakan monitoring perkembangan di Desa Saluan. Untuk korban jiwa dan korban material sampai saat ini belum ada.

Banjir yang melanda desa Saluan merupakan banjir musiman karena wilayah tersebut berada di dataran rendah. (Marjuki Bayu)