Diduga Ada Transaksi Prostitusi Terselubung Di Cafe My LoVe Toili

oleh -

KABAR LUWUK, BANGGAI – Kepolisian Sektor (Polsek) Toili bersama pemerintah Kecamatan Toili pada Rabu (25/9/2019) sekira pukul 00.30 Wita melakukan operasi penerbitan wilayah dengan menyasar lokasi terjadinya tindakan penyakit masyarakat (pekat). Lokasi operasi yakni penginapan , tempat perjudian, dan cafe serta tempat hiburan malam.

Salah satu tempat sasaran operasi yakni cafe “My Love”, yang merupakan salah satu tempat hiburan malam dengan lokasi terletak ditengah-tengah pemukiman penduduk di Desa Rusa Kencana Kecamatan Toili. Operasi yang dipimpin oleh Kanit Bimas Iptu Samy Tumundo dan Sekcam Hariadi Bola itu merupakan tindaklanjut atas keluhan tokoh masyarakat yang tinggal berdekatan dengan Cafe My Love. Warga mengeluh dan merasa terganggu suara bising dari cafe itu khususnya pada waktu istirahat, penyebabnya tempat hiburan malam ini beroperasi hingga pukul 04.00 Wita Dini hari.

“Berdasarkan dari informasi masyarakat, kami pihak Kepolisian melakukan operasi Pekat berupa penertiban wilayah salah satunya di Cafe My Love,”tutur Kapolsek Toili, IPTU Akhwan.

Baca Juga  Gubernur Sulteng Meminta BPR Ikut Peran Dalam Meningkatkan Perekonomian Dalam Penyaluran Kredit UMKM

Kapolsek Toili juga menjelaskan, informasi yang diperoleh dari masyarakat menyebutkan diduga di Cafe My Love sebagai tempat penghuhung prostitusi (Mucikari) antara tamu dan ladys untuk berkencan. Sehingga kemungkinan ditempat itu terjadi transaksi prostitusi  terselubung melibatkan mucikari. Para lelaki hidung belang informasinya bisa memesan para gadis dengan syarat membayar tunai kepada pengelola My Love. Tarifnya berdasarkan informasi bervariasi mulai Rp250.000 hingga Rp500.000 tergantung lama kencan dan wajah para gadis.

“Informasi itu kemudian kita tindaklanjuti bersama Pemerintah Kecamatan Toili, kita langsung menindak tegas keluhan warga itu. Berdasarkan penuturan tokoh masyarakat jika tempat hiburan Cafe My Love tidak layak lagi keberadaannya ditengah pemukiman masyarakat,” Kata IPTU Akhwan.

Baca Juga  Tim Resmob Gagak Peling Polres Bangkep Tangkap Residivis Terduga Pencuri HP di Luwuk

Terpisah Camat Toili Andi Rustam Pattasiri  yang dimintai keterangan oleh awak media ini menyebutkan, secara pribadi dirinya sangat tidak setuju keberadaan cafe tersebut yang letaknya berada di tengah pemukiman masyarakat. Namun demikian pemerintah kecamatan hanya bisa mendata mengenai keberadaan para pekerja ditempat itu,” ungkap Camat Toili.

Sejumlah tokoh masyarakat yang enggan di sebut namanya saat kami konfirmasi  terkait adanya Cafe yang ada di tengah tengah masyarakat ini berharap, agar pemerintah terkait bisa bertindak tegas. Warga memaklumi jika ditempat itu hanya dijadikan tempat bernyanyi (karaoke) namun tidak setuju jika kemudian di tempat ini terjadi penjualan wanita pekerja seks komersial. (Marjuki Bayu)