Daulat Anak Negeri Gelar Aksi Damai di Sejumlah Perkantoran Banggai

oleh -

KABAR LUWUK, BANGGAI – Sejumlah mahasiswa gabungan Universitas Tompotika Luwuk, Unismuh Luwuk dan AMIK Nurmal pada Senin (30/12) sekira pukul 13.00 wita melaksanakan konvoi dan aksi unjukrasa damai di sejumlah perkantoran. Mahasiswa yang menamakan diri Daulat Anak Negeri (DAN) ini menyuarakan delapan poin penting sebagai refleksi empat tahun kepemimpinan Bupati Banggai.

Aksi damai yang dikawal petugas Polres Banggai ini di mulai dari Kantor Bupati selanjutnya mengarah ke KPU Banggai, Kantor Bawaslu dan terakhir di Tugu Adipura. Disana para mahasiwa ini menyuarakan bahwa pada hari ini telah terbentuk paguyuban DAN. Paguyuban ini akan memfokuskan ke arah perjuangan kedaulatan dan kesejahteran negeri di Banggai. DAN akan mengawal dan mengevaluasi kinerja pemerintah yang sekiranya melanggar hak masyarakat. Berkaitan dengan momentum Pilkada nanti DAN akan mengawal dan mengawasi jalannya kinerja KPU dan Bawaslu.

Baca Juga  KFM Peduli Terhadap Warga Sekitar Lima Desa Daerah Lingkar Tambang

Pada aksi yang di koordinir oleh Ratno dan Aldo itu ada delapan poin yang disuarakan. Pertama meminta kepada pemerintah daerah agar menghentikan perampasan hak berdemokrasi para ASN dan aparat pemerintah desa dalam menentukan pilihan politik mereka pada Pilkada 2020. DAN juga menolak kehadiran Alfamidi atau retail sejenis di Kabuten Banggai karena dapat merugikan dan mengancam matinya usaha terutama pedagang kaki lima. Selain itu DAN menyuarakan agar pemerintah meninjau kembali perizinan PT Penta Dharma Karsa perusahaan di bidang pertambangan yang ada di Desa Siuna Kecamatan Pagimana karena sampai saat ini belum menyelesaikan pembayaran ganti rugi lahan masyarakat yang telah diambil.

Pemerintah juga diminta untuk segera menyelesaikan permasalahan kasus Tanjung Sari karena sampai saat ini ratusan keluarga masih tinggal di tempat sementara menunggu realisasi bantuan yang hingga kini tidak kunjung diberikan. DAN mendesak pemerintah memperjelas rencana pembangunan RSUD di Desa Kamumu, Kecamatan Luwuk Utara yang ditengarai dananya merupakan hasil pinjaman ke pihak swasta.

Baca Juga  Desa Paisumosoni Salurkan Bantuan BLT DD Tahap Ke Dua

Masih pada orasinya, DAN menyuarakan pula penetapan aturan BPJS terkait pelayanan yang tidak berbanding lurus di RSUD Luwuk. Serta meminta pemerintah daerah segera mengurangi angka pengangguran dengan membuka atau menciptakan lapangan pekerjaan baru. Terakhir para mahasiwa ini meminta agar penegak hukum dalam hal ini Kejari Banggai segera menuntaskan penyelesaian kasus dugaan tipikor pekerjaan Dermaga Mendono dan penyertaan modal APBD di PD Banggai Sejahtera yang telah berjalan empat tahun namun belum juga tuntas penyelidikannya.

“Kepada KPU dan Bawaslu selaku penyelenggara Pilkada kami ultimatum harus netral dalam menjalankan tugasnya, rekrtuitmen petugas Panwascam yang salah satunya pengurus partai harus segera disikapi. Penyelenggara harus memberikan edukasi politik kepada masyarakat agar pelaksanaan Pilkada Banggai berjalan baik dan efisien,” kata salah seorang orator.

Baca Juga  Dukung Pelayanan Masyarakat, DSLNG Telah Sumbangkan Sembilan Kendaraan Operasional Bagi Daerah

Usai menggelar aksinya, para mahasiswa ini kemudian membubarkan diri ke tempatnya masing-masing. (Marjuki Bayu)