Danrem 132/Tadulako Paparan Percepatan Rehab Rekon Kepada Gubernur Sulteng

oleh -

KABAR LUWUK, PALU – Percepatan Pembangunan Huntap Stimulan Tahap I dan Tahap II serta Penyediaan Hunian tetap relokasi bagi masyarakat yang akan direlokasi karena kehilangan rumah dan rumah berada di zona merah pasca bencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi yang terjadi 28 September 2018 lalu masih terus diupayakan. Saat ini berbagai kendala yang ada diupayakan untuk dapat segera diselesaikan guna menjamin target pembangunan huntap baik stimulan tahap I dan tahap II baik yang ada di kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala maupun relokasi agar dapat dilakukan tepat waktu.

Guna mengetahui berbagai perkembangan program tentang pembangunan, Komandan Korem 132/Tadulako Kolonel Inf Agus Sasmita selaku Dansatgas Rehab Rekon Percepatan Pembangunan  Huntap stimulan tahap I dan tahap II serta Huntap Relokasi itu Jumat,( 13/3/2020), memaparkan kepada Gubernur Sulteng Drs. H. Longki Djanggola, M.Si. di ruang  Polibu yang dihadiri oleh Gubernur dan unsur Forkopimda Provinsi dan Forkopimda Kabupaten Kota serta instansi terkait dalam satgas rehab rekon.

Baca Juga  Serahkan Bantuan Ke KONI dan Persipal, Gubernur " Eksistesi Persipal ke Depan Harus di Kembalikan

Dalam paparan Dansatgas tersebut Kolenl Inf Agus Sasmita menjelaskan bahwa progres stimulan tahap I dengan target 4.522 unit rumah  yang sudah selesai saat ini mencapai 2.585, atau 57,16% untuk yang sedang progres 1.796 atau  39,71% dan yang belum 3,12% atau 141 unit rumah, artinya terjadi kemajuan yang signifikan setelah TNI bergabung.

Sedangkan Huntap Relokasi yang dibangun oleh Yayasan Budha Tsu Chi  dengan target 2500 dengan rincian Huntap Tondo 1500 dengan Progres 848 atau 56,53%, selesai 366 unit rumah atau 24,40% sedangkan yang belum 286 unit atau 19,06%. Pada Rapat Koordinasi tersebut,  diketahui masih ada sejumlah kendala yang dihadapi dalam menyelesaikan pembangunan huntap diantaranya masalah pembebasan lahan, serta penyelesaian jalan lingkungan yang masih tarik ulur karena disatu sisi mengharapkan paving blok namun keinginan dari PUPR mengunakan Hotmik. Pada pertemuan tersebut berbagai kendala yang ada diharapkan telah selesai ditangani oleh setiap pihak terkait sehingga pembangunan dan penyelesaian Huntap dapat mencapai target.

Baca Juga  52 KPM Desa Mamulusan Terima Bantuan BLT DD dan Bantuan Alat pertanian

Selain mengejar target penyelesaian jelas Komandan Korem 132/Tadulako Kol. Inf. Agus Sasmita, kualitas bangunan juga menjadi perhatian pihak Satgas Percepatan Pembangunan Huntap baik oleh PUPR maupun para NGO yang terlibat dalam pembangunan Huntap.

Dimana menurut Dansatgas Percepatan Pembangunan Kololonel Inf Agus Sasmita antisipasi harus dilakukan guna mencegah adanya pembangunan Huntap stimulan tidak sesuai kriteria RTG berdasarkan Juknis yang sudah ada itu yang harus ditaati jangan sampai ada diantaranya penggunaan besi yang tidak sesuai ukuran.

“Pembangunan Huntap ini harus diawasi oleh pihak terkait yang punya kapasitas untuk melakukan pengecekan/pengawasan bangunan Huntap stimulan, supaya bisa dijamin kualitasnya dan pastinya syarat utama harus tahan gempa,” tegas Kol. Inf. Agus Sasmita.

Baca Juga  Ketua PKK Sulteng Bagikan Bantuan Suplemen Ke Nakes

Selain masalah pembangunan Huntap, ketersediaan fasilitas publik yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat juga menjadi perhatian Satgas Percepatan Pembangunan Huntap, Danrem 132/Tdl Kol. Inf. Agus Sasmita juga meminta semua pihak terkait untuk dapat segera dituntaskan berbarengan dengan pembangunan Huntap, sehingga saat dilakukan relokasi tidak ada lagi masalah.

“Penyediaan air dari PUPR sudah diupayakan  dan listrik juga sudah terpasang, ini terus kita komunikasikan karena itu merupakan kebutuhan dasar masyarakat termasuk permasalahan lahan huntap relokasi ,” terang perwira tiga melati ini.

Menyikapi hal ini koordinasi dan evaluasi tetap akan dilakukan senantiasa bersinergi serta komunikasi terus menerus untuk memastikan pembangunan dan relokasi masyarakat dapat dilaksanakan sebelum kunjungan Bapak Peresiden Ir. Jokowidodo yang rencananya sebelum Lebaran tahun 2020. (IkB/Penrem 132/Tdl)