Bripka I Made Suastana Ajari Petani Balantak Membuat Pupuk Organik Cair Berbahan Murah dan Mudah Diperoleh

oleh -

Kapolres Banggai Beri Apresiasi Jajarannya Peduli Masyarakat Binaan

KABAR LUWUK, BANGGAI – Menjadi seorang Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) kata Bripka I Made Suastana tidak hanya melulu pada penyelesaian persoalan perkara pidana di masyarakat. Namun harus mampu menjadi bagian pemecahan kesulitan yang dihadapi warga binaannya.

Olehnya itu selaku Bhabinkamtibmas di Polsek Balantak jajaran Polres Banggai, I Made Suastana dengan senang hati membantu dan mengajarkan para petani membuat pupuk organik dari bahan yang mudah diperoleh dan harga terjangkau. Pupuk organik ini telah dipraktekannya di wilayah Kecamatan Toili Barat dan berhasil meningkatkan hasil panen petani sayur.

Bripka I Made Suastana tengah mengajarkan cara membuat pupuk organik cair kepada Salman petani sayur di wilayah Balantak. (Foto :Dok Polres Banggai)

Salman salah seorang petani sayur mayur di wilayah Kecamatan Balantak merupakan petani binaan Bripka I Made Suastana yang kemudian diajarkan cara membuat pupuk organik. Mendapatkan ilmu yang sangat berguna ini tentu saja hati Salman Dukalang sangat bahagia tidak hanya itu hasil praktek pembuatan pupuk organik itu kemudian diserahkan I Made Suastana kepada Salman Sabtu (27/3/2021) untuk digunakan dikebunnya.

Baca Juga  Himbauan Keras " Stop Pungli " Tim Sabhara Polres Banggai Pasang Baliho di Kawasan Pelabuhan

“Pupuk organik yang saya ajarkan ini sudah saya praktekan kepada para petani sayuran di wilayah Kecamatan Toili Barat, hasilnya panen para petani meningkat jumlahnya. Pastinya pupuk ini bahan-bahannya mudah diperoleh dan harganya sangat terjangkau,” kata Bripka I Made Suastana.

Kapolsek Balantak Iptu Muhammad Zulfikar SH yang dimintai keterangannya mengatakan, selama ini tanaman di perkebunan Salman Dukalang sangat membutuhkan pupuk. Namun kemampuan untuk memperoleh pupuk, tak dimiliki petani ini karena keterbatasan ekonomi.

Bahkan menurut Iptu Zulfikar, kehidupan Salman Dukalang selama ini hanya mengandalkan hasil kebun untuk menghidupi keluarganya dan tidak pernah mendapatkan bantuan ataupun sentuhan bantuan dari pemerintah. Hasil penjualan ponsel itu kemudian dibelikan bibit berupa, tomat, cabe, papaya, kancang panjang, mentimun dan sayur-sayuran lainnya.

Baca Juga  Ketua Umum Alkhairat Habib Saiyid Saggaf Muhammad Al jufri Tutup Usia

“Bahkan untuk berkebun ini saja, bapak Salman hanya meminjam lahan warga lain dan menjual ponsel miliknya sebagai modal berkebun. Orangnya sangat tekun menanam, sehingga Bhabinkamtibmas Bripka I Made Suastana mendengar dan tergerak hatinya untuk membantu mengajarkan pembuatan pupuk organik ini,” tutur Iptu Zulfikar.

Pupuk organik cair ini pernah dilakukan Bripka I Made Suastana ketika bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Toili Barat dan sudah terbukti berhasil. Ia berharap semoga, ke depannya bapak Salman Dukalang bisa membuat pupuk organik sendiri serta mendapat perhatian pemerintah, khususnya Dinas Pertanian.

Pada kesempatan itu, Salman mengucapkan terimakasih kepada Bripka I Made Suastana dan Kapolsek Balantak. Ia berharap dengan adanya pupuk organik cair yang diajarkan pembuatannya oleh Bhabinkamtibmas ini dapat meningkatkan hasil panennya sehingga ekonomi keluarga di saat pandemi ini bisa bertambah. (MjB/Rls)