“Dimana Pemerintah Desa Maupun Pemerintah Kabupaten, Program Stuntingnya dimana ?”
KABAR LUWUK, BANGKEP – Seorang anak berusia 2 tahun 4 Bulan menderita gizi buruk, stungting dan TBC di Desa Sampekonan, Sub Desa Labibi Kecamatan Peling Tengah Kabupaten Banggai Kepulauan, senin 04/07/2022
Diketahui Nur Ilma anak dari kedua orang tuanya yang bernama Nasiruding Abd. Sali (ayah) dan Kawia Hambaling (ibu) yang kerja sehari-harinya Pandai Besi dan Petani, beralamatkan Desa Sampekonan sub desa Labibi Kecamatan Peling Tengah Bangkep.
Kawia Hambaling telah membawa anaknya rawat inap di Rumah Sakit Trikora Salakan selama kurang lebih 11 (sebelas) hari, dan biaya yang dikenakan kepada keluarga tersebut selama rawat inap di rumah sakit sebesar Rp. 5.700.000 (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah).
Dengan biaya sebesar itu Nasirudin langsung berkonsultasi tehadap pihak Rumah Sakit untuk diberi keringanan, sehingga pihak Rumah Sakit meringankan dan mengurangi menjadi Rp.2.500.000 (Dua Juta Lima Ratus Ribu) dan itupaun belum bisa kami dibayarkan.
Sehingga saat ini suami saya berusaha menjualkan hasil kerjanya berupa pisau dan parang sedikit demiseditkit dan berharap bila ada yang membelinya untuk melunasi hutang biaya pengobatan anaknya di Rumah Sakit tersebut, ucap kawia.
Saat dikonfirmasi oleh awak media kami kawia juga mengatakan Bantu kartu BPJS anak barusaja diperbaiki dikarenakan ada kesalah.
Tambahnya kami selama ini sekeluaraga juga tidk tersentuh oleh bantuan-bantuan dari pihak pemerintah desa atau daerah.
Jangankan untuk berobat, untuk makan sehari-hari saja kami kesulitan. Sekarang saja kami lagi inap masa sanak saudara di salakan ini.
Karena hidup serba kekurangan, kini keluarga dari bocah dengan gizi buruk dan stunting ini hanya bisa berharap akan bantuan pemerintah dan dermawan.***