BanggaiKABAR DAERAH

Kerjasama PT PAU dan UMLB, Bekali Mahasiswa KKN Tematik 2026 Penguatan Pengelolaan BUMDes

×

Kerjasama PT PAU dan UMLB, Bekali Mahasiswa KKN Tematik 2026 Penguatan Pengelolaan BUMDes

Sebarkan artikel ini

KABAR LUWUK — Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai membekali mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2026 dengan fokus penguatan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pendampingan kelompok tani.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama Unismuh Luwuk Banggai dengan PT Panca Amara Utama (PAU) dalam mendorong penguatan kapasitas masyarakat desa melalui kegiatan pengabdian yang melibatkan berbagai disiplin ilmu.

Ketua LP3M Unismuh Luwuk Banggai, Dr. Risno Mina, mengatakan sebanyak 18 mahasiswa akan diterjunkan untuk melaksanakan program tersebut. Mereka berasal dari Program Studi Manajemen, Bisnis Digital, Agribisnis, Agroteknologi, Teknik Industri, dan Hukum.

Menurut Risno, keterlibatan mahasiswa dari berbagai program studi merupakan bagian penting dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Sebab, penguatan BUMDes dan pendampingan kelompok tani tidak cukup dilakukan melalui satu bidang keilmuan saja.

Ia menjelaskan, pendampingan sektor pertanian, misalnya, tidak berhenti pada proses penanaman. Hasil pertanian juga perlu dikelola dan dipasarkan agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Untuk sampai di pasar itu tentunya ada banyak disiplin yang harus dipertautkan,” ujarnya.

Risno menegaskan, pendekatan multidisiplin menjadi salah satu karakter penting dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan pengetahuan dari bidang masing-masing untuk menjawab kebutuhan masyarakat di lokasi KKN.

Dalam pelaksanaan KKN Tematik ini, LP3M Unismuh Luwuk Banggai bersama PT PAU telah mengoordinasikan program yang akan dijalankan, termasuk penentuan desa sasaran dan kelompok masyarakat yang menjadi sasaran pendampingan.

Pembekalan juga melibatkan narasumber dari sejumlah pihak terkait, termasuk unsur pemerintah desa dan instansi yang membidangi tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Materi tersebut diharapkan memperkuat pemahaman mahasiswa sebelum menjalankan program di lapangan.

Risno menambahkan, pelaksanaan KKN Tematik tetap mengacu pada pedoman yang berlaku, termasuk ketentuan mengenai pengakuan kegiatan sebagai bagian dari capaian akademik mahasiswa. Seperti KKN reguler, mahasiswa juga diwajibkan menyusun laporan dan artikel yang dipublikasikan.

Selain itu, berdasarkan kesepakatan dalam koordinasi bersama PT PAU, luaran kegiatan juga mencakup penyusunan buku yang berkaitan dengan sumber daya manusia.

Mahasiswa bersama dosen pembimbing lapangan (DPL) selanjutnya dipersiapkan untuk diberangkatkan ke desa sasaran. LP3M telah menyampaikan surat kepada pemerintah desa terkait penerimaan mahasiswa, sementara koordinasi mengenai pendampingan dan kesiapan posko terus dilakukan.

Risno berharap pembekalan tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa untuk melaksanakan program secara terarah, sekaligus membangun pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan BUMDes dan kelompok tani di lokasi pengabdian.

Ia juga meminta dukungan dan arahan dari pimpinan universitas agar pelaksanaan KKN Tematik dapat berjalan dengan baik.

Kegiatan pembekalan tersebut menjadi tahap persiapan sebelum mahasiswa menjalankan pengabdian langsung di tengah masyarakat melalui program penguatan pengelolaan usaha desa dan pendampingan kelompok tani.

Sementara itu, perwakilan PT Panca Amara Utama (PAU), Leni Hinelo, mengatakan KKN Tematik tersebut merupakan hasil kerja sama perusahaan dengan Unismuh Luwuk Banggai untuk memperkuat pendampingan BUMDes dan kelompok tani.

Menurut Leni, program pendampingan terhadap BUMDes dan kelompok tani sebenarnya telah berjalan selama beberapa tahun, termasuk melalui keterlibatan pendamping lapangan dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) dengan mahasiswa UGM. Namun, upaya tersebut masih perlu diperkuat agar berbagai persoalan yang dihadapi kelompok tani dan BUMDes dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi.

Karena itu, keterlibatan mahasiswa KKN diharapkan dapat memberikan perspektif akademik dalam melihat persoalan yang dihadapi masyarakat, sekaligus membantu merumuskan langkah pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Dengan turunnya adik-adik KKN ini, yang secara akademik bisa melihat cara pandangnya, apa sebenarnya permasalahan yang terjadi di tempat mereka,” ujarnya.

Leni berharap kerja sama tersebut tidak hanya mendorong keberlanjutan program pendampingan, tetapi juga membantu BUMDes dan kelompok tani berkembang sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Ia juga berharap pelaksanaan KKN Tematik di tiga kecamatan sasaran dapat berkontribusi terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *