BanggaiKABAR DAERAH

Anwar Hafid Bangun Jembatan Gantung Masungkang, Libatkan Vertical Rescue dan Relawan Banggai

×

Anwar Hafid Bangun Jembatan Gantung Masungkang, Libatkan Vertical Rescue dan Relawan Banggai

Sebarkan artikel ini

KABAR LUWUK — Kerinduan warga Desa Masungkang, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, terhadap akses jembatan yang layak akhirnya mulai terjawab.

Jembatan gantung yang membentang di atas Kuala Masungkang kini tengah dibangun dengan dukungan dana pribadi Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid.

Pembangunan ini melibatkan tim teknis Vertical Rescue Indonesia, relawan Kabupaten Banggai, serta masyarakat Desa Masungkang dan Desa Batui V.

Selama bertahun-tahun, warga Masungkang menghadapi keterbatasan akses akibat belum tersedianya jembatan yang memadai.

Kondisi tersebut bahkan sempat menjadi sorotan publik setelah beredar aktivitas anak-anak sekolah dan warga yang harus menyeberangi sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, jembatan gantung tersebut memiliki panjang bentangan sekitar 111 meter.

Anwar Hafid Bangun Jembatan Gantung Masungkang, Libatkan Vertical Rescue dan Relawan Banggai

Untuk material jembatan saja, kebutuhan anggarannya diperkirakan mencapai sekitar Rp250 juta, belum termasuk biaya perjalanan, akomodasi dan logistik tim teknis selama proses pembangunan.

Tim teknis dari Vertical Rescue Indonesia berjumlah empat orang. Mereka bekerja bersama relawan Kabupaten Banggai serta warga Desa Masungkang dan Desa Batui V dalam proses pembangunan di lapangan.

Pembangunan secara awal telah dimulai sekitar 7 Agustus 2026, dengan pekerjaan antara lain menentukan titik pembangunan, membangun gapura serta pekerjaan pondasi.

Namun, pekerjaan sempat terhenti pada 15 Agustus karena material utama jembatan yang dikirim dari Surabaya melalui kapal kontainer belum tiba di lokasi.

Material tersebut kemudian tiba setelah kapal kontainer bersandar di Pelabuhan Tangkian pada 2 September 2026. Tim kembali melanjutkan pekerjaan pembangunan jembatan mulai 3 September 2026.

Secara teknis, pembangunan jembatan gantung dengan konstruksi seperti ini biasanya dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua pekan. Namun, pembangunan Jembatan Gantung Masungkang mengalami sedikit keterlambatan karena persoalan pengiriman material dari Surabaya.

Relawan Terlibat karena Alasan Kemanusiaan

Keterlibatan relawan dalam pembangunan jembatan tersebut bukan karena kepentingan materi. Mereka mengaku tidak menerima bayaran atas pekerjaan yang dilakukan.

Relawan memilih tetap terlibat karena melihat pembangunan jembatan dari sisi kemanusiaan dan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Sebagai relawan kami tidak digaji atau dibayar. Kami melihat persoalan ini dari sisi kemanusiaan dan asas manfaatnya terhadap masyarakat sekitar,” demikian keterangan salah seorang relawan, Adi Lo.

Para relawan bahkan harus mengeluarkan biaya pribadi untuk kebutuhan transportasi, akomodasi dan keperluan lainnya selama membantu proses pembangunan.

Anwar Hafid Bangun Jembatan Gantung Masungkang, Libatkan Vertical Rescue dan Relawan Banggai

Menurut mereka, pembangunan Jembatan Gantung Masungkang memang sempat beririsan dengan dinamika politik di Kabupaten Banggai. Namun, kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk mengesampingkan kebutuhan masyarakat.

Bagi relawan, yang terpenting adalah jembatan tersebut segera selesai dan dapat dimanfaatkan warga.

Dengan panjang bentangan sekitar 111 meter, jembatan ini diharapkan menjadi akses penting bagi masyarakat Masungkang, khususnya anak-anak sekolah dan warga yang selama ini bergantung pada penyeberangan Kuala Masungkang.

Pembangunan yang didukung Anwar Hafid bersama Vertical Rescue Indonesia, relawan dan masyarakat tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persoalan akses dasar di wilayah pelosok masih membutuhkan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak. (IkB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *