KABAR LUWUK — Komitmen PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dalam membangun kawasan industri berkelanjutan tidak hanya diwujudkan melalui investasi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga dengan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) lokal.
Salah satu langkah nyata tersebut direalisasikan melalui Beasiswa IMIP Bersinergi, sebuah program pemberdayaan pendidikan yang telah berjalan sejak tahun 2022, khusus untuk meningkatkan kualitas generasi muda Morowali, khususnya Kecamatan Bahodopi.
Program ini lahir dari kesadaran bahwa keberhasilan hilirisasi industri tidak hanya ditentukan kecanggihan teknologi dan besarnya investasi, tetapi juga kesiapan SDM lokal yang mampu berkompetisi di dunia kerja.
Melalui pemberian bantuan uang saku pendidikan, IMIP berupaya memastikan mahasiswa asal Bahodopi memiliki kesempatan besar untuk menyelesaikan pendidikan tinggi sekaligus memersiapkan diri menghadapi kebutuhan industri modern.
Deputy Manager CSR Department PT IMIP, Laurencia Kirana Larasati menjelaskan, sejak pertama dilaksanakan pada 2022, Program Beasiswa IMIP Bersinergi terus mengalami pengembangan.
Pada angkatan pertama hingga ketiga, sebanyak 25 mahasiswa telah menerima bantuan pendidikan Rp3.000.000 per semester.
Memasuki angkatan keempat di 2026 ini, IMIP meningkatkan jumlah penerima menjadi 45 mahasiswa dengan bertambahnya nilai bantuan hingga Rp5.000.000 tiap semester. Stimulan tersebut mulai diberikan sejak mahasiswa memasuki semester kedua.
Laurencia menegaskan, peningkatan kualitas SDM lokal merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat maupun perkembangan kawasan industri terintegrasi berbasis mineral nikel tersebut.
“Melalui Program Beasiswa IMIP Bersinergi, kami ingin membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi putra-putri Bahodopi. Harapannya mereka memiliki daya saing yang lebih baik, mampu berkembang secara profesional, dan nantinya dapat berkontribusi di berbagai sektor, termasuk di kawasan industri IMIP,” ujarnya, Kamis (30/07/2026).
Program ini memang secara khusus diperuntukkan bagi mahasiswa penduduk asli Kecamatan Bahodopi yang dibuktikan melalui kepemilikan KTP serta berasal dari 12 desa di sekitar kawasan industri IMIP.
Proses seleksi dilakukan secara kolaboratif bersama Pemerintah Desa dan Kecamatan Bahodopi guna memastikan proses penyaluran bantuan dilakukan secara tepat sasaran sesuai kriteria yang telah ditetapkan.

Selain itu, IMIP juga membangun sinergi dengan Paguyuban Mahasiswa pada empat kota tujuan pendidikan mereka, yakni di Palu, Kendari, Makassar, dan Yogyakarta.
Laurencia menuturkan, seleksi dilakukan secara objektif melalui verifikasi administrasi dan wawancara untuk memastikan program tepat sasaran.
“Persyaratan utama adalah mahasiswa merupakan putra-putri asli Bahodopi, aktif kuliah, IPK minimal 2,75, serta memperoleh rekomendasi dari dosen pembimbing akademik. Kami juga bekerja sama dengan Tim Pendataan Kecamatan serta Pemerintah Desa agar seluruh data penerima benar-benar valid,” jaminnya.
Tak hanya bantuan finansial, IMIP tengah menyiapkan berbagai program peningkatan kapasitas bagi penerima beasiswa.
Mahasiswa akan mendapat pelatihan pengembangan kompetensi, peningkatan kemampuan komunikasi, serta pembekalan dunia kerja agar siap menghadapi kebutuhan industri setelah lulus.
Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun SDM yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan kerja, sesuai kebutuhan industri saat ini.
IMIP juga membuka kesempatan bagi lulusan penerima beasiswa untuk mengikuti proses rekrutmen sesuai kebutuhan perusahaan dan ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, lanjut Laurencia , IMIP menilai tantangan pengembangan SDM lokal masih cukup besar. Salah satunya, perlu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan pendidikan sejak dini agar generasi muda memiliki kesiapan menghadapi perubahan di dunia kerja.
Ke depan, IMIP akan terus memperkuat Program Beasiswa IMIP Bersinergi melalui peningkatan kuota penerima manfaat, pengembangan nilai bantuan pendidikan, serta sinkronisasi data dengan pihak Pemerintah Daerah.
Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan semakin banyak generasi muda Morowali yang berkualitas, berdaya saing, serta siap mendukung pembangunan industri nasional.
“Melalui Program Beasiswa IMIP Bersinergi, kami menegaskan bahwa investasi pada pendidikan merupakan bagian penting dari pembangunan kawasan industri yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan mempersiapkan SDM lokal yang unggul, perusahaan berharap manfaat hilirisasi tidak hanya tercermin pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada meningkatnya kualitas hidup masyarakat Morowali menuju terwujudnya visi Indonesia Emas 2045,” kata Laurencia. (Rls)



