BanggaiKABAR DAERAH

Andhika Mayrizal Amir: Yayasan Syukuran Aminuddin Amir Harus Menjadi “Rumah” Pengabdian bagi Masyarakat

×

Andhika Mayrizal Amir: Yayasan Syukuran Aminuddin Amir Harus Menjadi “Rumah” Pengabdian bagi Masyarakat

Sebarkan artikel ini

KABAR LUWUK – Anggota DPD RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Tengah, Andhika Mayrizal Amir, mengajak seluruh pengurus Yayasan Syukuran Aminuddin Amir menjadikan yayasan sebagai rumah pengabdian yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Andhika dalam sambutannya pada acara pelantikan Pengurus Yayasan Syukuran Aminuddin Amir yang berlangsung di Luwuk, Kabupaten Banggai.

Dalam pidatonya, Andhika menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk melanjutkan nilai-nilai keteladanan Syukuran Aminuddin Amir, yang dikenal sebagai Raja Banggai terakhir.

Menurutnya, dalam perjalanan sejarah Banggai, Syukuran Aminuddin Amir merupakan sosok pemimpin yang mampu menunjukkan jiwa kenegarawanan di tengah perubahan besar dari sistem pemerintahan tradisional menuju pemerintahan modern setelah Indonesia merdeka.

“Beliau membuktikan bahwa pemimpin sejati tidak diukur dari besarnya kekuasaan, tetapi dari kebesaran hati dalam mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi. Karena itu, nama Syukuran Aminuddin Amir bukan hanya dikenang sebagai raja, tetapi juga sebagai negarawan daerah yang mewariskan nilai pengabdian, persatuan, dan keikhlasan,” ujar Andhika.

Ia menekankan bahwa Yayasan Syukuran Aminuddin Amir harus menjadi ruang untuk menghidupkan nilai-nilai perjuangan tersebut melalui berbagai program yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Yayasan Diibaratkan Sebagai Rumah

Dalam sambutannya, Andhika menggunakan analogi sebuah rumah untuk menggambarkan peran ideal yayasan.

Menurutnya, rumah yang baik bukanlah rumah yang paling besar atau paling megah, melainkan rumah yang keberadaannya membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Ia menggambarkan rumah yang halamannya bersih, terasnya menjadi tempat berkumpul dan berdiskusi, dapurnya berbagi kepada tetangga yang membutuhkan, menjadi tempat anak-anak belajar nilai-nilai kebaikan, hingga menjadi tempat pertama yang didatangi ketika masyarakat menghadapi kesulitan.

“Rumah seperti itulah yang selalu hidup dalam ingatan masyarakat. Bukan karena bangunannya paling megah, tetapi karena manfaatnya paling besar,” katanya.

Andhika Mayrizal Amir: Yayasan Syukuran Aminuddin Amir Harus Menjadi “Rumah” Pengabdian bagi Masyarakat

Andhika berharap Yayasan Syukuran Aminuddin Amir dapat menjadi rumah yang pintunya selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin belajar, menjaga sejarah agar tidak terlupakan, merawat budaya, melahirkan gagasan, membina generasi muda, serta memperkuat kepedulian sosial.

Ukuran Keberhasilan adalah Manfaat

Lebih lanjut, Andhika menegaskan bahwa keberhasilan sebuah yayasan tidak diukur dari besarnya gedung maupun banyaknya kegiatan yang diselenggarakan.

Sebaliknya, keberhasilan sebuah yayasan tercermin dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Ukuran sebuah rumah bukan seberapa luas halamannya atau seberapa tinggi temboknya, tetapi seberapa banyak orang yang merasakan kehangatan ketika berada di dekatnya. Begitu pula sebuah yayasan. Keberhasilannya diukur dari berapa banyak masyarakat yang terbantu dan berapa banyak harapan yang berhasil ditumbuhkan,” tuturnya.

Ia mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk membangun Yayasan Syukuran Aminuddin Amir sebagai wadah kolaborasi yang terbuka bagi seluruh elemen masyarakat, sehingga mampu berkontribusi dalam bidang pendidikan, pelestarian budaya, pemberdayaan generasi muda, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

Menutup sambutannya, Andhika menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus Yayasan Syukuran Aminuddin Amir yang baru dilantik.

“Selamat mengemban amanah. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing setiap langkah pengabdian kita,” pungkasnya. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *