BanggaiKABAR DAERAH

Ponpes Al Murad Gelar Haflah Akhirussanah Angkatan Pertama

×

Ponpes Al Murad Gelar Haflah Akhirussanah Angkatan Pertama

Sebarkan artikel ini

KABAR LUWUK – Pondok Pesantren (Ponpes) Al Muraad Luwuk menggelar kegiatan Ramah Tamah dan Haflah Akhirussanah Angkatan I (Pertama), Selasa (2/6/2026), di Swiss-Belinn Luwuk.

Kegiatan wisuda yang dihadiri Wakil Bupati Banggai, Furqanuddin Masulili, tersebut diikuti oleh 23 lulusan santri Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Turut hadir Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banggai, H. Suardi Kandjai, perwakilan Kodim 1308/Luwuk Banggai, perwakilan Polres Banggai, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dari internal pondok pesantren, hadir Pembina Ponpes Al Muraad, Dr. Farid Haluti, Pimpinan Ponpes KH. Zainal Abidin Alihamu, Kepala MTs Al Muraad Ustadz Irwan Djafar, serta para dewan guru.

Ponpes Al Murad Gelar Haflah Akhirussanah Angkatan Pertama

Kehadiran Wakil Bupati Banggai dalam wisuda tersebut menjadi momen spesial bagi keluarga besar Ponpes Al Muraad.

Pasalnya, Furqanuddin Masulili tercatat selalu hadir dalam berbagai momentum penting perjalanan Ponpes Al Muraad, mulai dari peletakan batu pertama, peresmian pondok pesantren, hingga pelepasan santri angkatan pertama.

“Alhamdulillah hari ini saya bisa hadir mewakili Pak Bupati untuk melepas alumni Ponpes Al Muraad Angkatan Pertama,” ujar Furqanuddin.

Mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar Ponpes Al Muraad yang telah berhasil menyelenggarakan pendidikan dan pembinaan generasi muda Islam.

“Semoga ini menjadi ladang pahala dan amal jariyah yang terus mengalir bagi keluarga besar Bapak Murad,” ucapnya.

Menurutnya, Haflah Akhirussanah bukan sekadar seremoni penamatan pendidikan, melainkan momentum penting dan penuh makna.

“Hari ini kita menyaksikan lahirnya generasi pertama alumni Pondok Pesantren Al Muraad yang telah menempuh proses pendidikan, pembinaan akhlak, penguatan ilmu agama, serta pembentukan karakter yang insya Allah akan menjadi bekal berharga dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” katanya.

Ia juga menyadari bahwa keberhasilan para santri tidak terlepas dari peran besar para ustaz dan ustazah yang dengan sabar mendidik, membimbing, serta menanamkan nilai-nilai keislaman kepada para santri.

Demikian pula kepada para orang tua yang telah memberikan dukungan, doa, perhatian, dan pengorbanan luar biasa demi masa depan putra-putri mereka.

Menurut Wabup, pesantren memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Pesantren tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki akhlakul karimah, kemandirian, kedisiplinan, serta kepedulian sosial yang tinggi.

Pembina Ponpes Al Muraad, Dr. Farid Haluti, mengawali sambutannya dengan menyampaikan permohonan maaf karena pemilik yayasan, Hj. Sulianti Murad, berhalangan hadir.

“Hanya saja, pemilik yayasan tengah berhalangan karena adanya kegiatan yang tidak kalah penting. Beliau menitipkan salam kepada kita semua yang hadir dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Farid juga menyampaikan terima kasih kepada Wakil Bupati Banggai yang telah meluangkan waktu menghadiri acara wisuda dan pelepasan santri tersebut.

“Pada tahun 2022, Ponpes Al Muraad diresmikan oleh Pak Wabup. Dan Alhamdulillah, hari ini beliau juga hadir untuk menyaksikan pelepasan pertama santri kami,” katanya.

Ia menegaskan bahwa wisuda ini merupakan langkah awal bagi para santri dalam menggapai cita-cita.

Karena itu, para alumni diharapkan dapat menjadi teladan di tengah masyarakat dengan menerapkan ilmu dan nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan di pondok pesantren.

“Jagalah nama baik almamater Al Muraad di mana pun kalian berada. Kami tetap membuka ruang, ketika ada kesulitan, insya Allah kami siap membantu memberikan solusi,” pesannya.
Pesan Pimpinan Ponpes

Pimpinan Ponpes Al Muraad, KH. Zainal Abidin Alihamu, berpesan kepada para santri agar ketika meninggalkan pondok untuk mengejar cita-cita, mereka tidak meninggalkan nilai-nilai yang telah diajarkan selama menempuh pendidikan.

Ia menekankan tiga hal penting yang harus terus dijaga oleh para alumni, yakni salat, membaca Alquran, serta menjaga akhlak dan adab.

Menurutnya, tidak ada kesuksesan tanpa doa seorang ibu. Karena itu, para santri diminta untuk selalu menghormati dan membahagiakan orang tua mereka.

“Ketika ananda meninggalkan pondok pesantren, ada orang tua yang meneteskan air mata. Karena itu jangan pernah meninggalkan akhlak yang telah ditempa selama berada di pondok,” pesannya.

Ia menjelaskan bahwa berbagai aturan yang diterapkan di pondok, termasuk pembatasan penggunaan telepon genggam, dilakukan bukan karena kebencian, melainkan bentuk kasih sayang agar para santri lebih taat kepada Allah SWT.

“Jadilah seperti payung yang mampu melindungi orang lain. Jadilah penerang bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

KH. Zainal juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik yang telah berjasa sejak awal berdirinya pondok, termasuk para ustaz dan ustazah yang terus berjuang membina para santri.

Pesan Kepala Kemenag

Sementara itu, Kepala Kemenag Banggai, H. Suardi Kandjai, menyampaikan ucapan selamat kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka di Ponpes Al Muraad.

Ponpes Al Murad Gelar Haflah Akhirussanah Angkatan Pertama

Menurutnya, orang tua yang menyekolahkan anak di pesantren merupakan orang-orang yang beruntung karena telah menyiapkan generasi yang kelak dapat mendoakan mereka.

“Anak yang hidup di pondok, salatnya diatur, belajarnya diatur, dan berdoa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka,” katanya.

Ia menjelaskan, salah satu keunggulan madrasah adalah adanya lima bidang studi keagamaan yang menjadi ciri khas pendidikan Islam, yaitu Alquran Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab.

“Lima bidang studi ini menjadi bekal penting bagi para santri dan tidak seluruhnya ditemukan di sekolah umum,” jelasnya.

Kepada para santri, Suardi mengingatkan bahwa perjuangan belum selesai. Setelah lulus dari MTs, mereka masih memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke Madrasah Aliyah (MA), SMA maupun SMK.

“Kepada anak-anakku sekalian, selamat atas keberhasilan yang telah diraih. Sebanyak 23 santri berhasil diluluskan tahun ini. Teruslah melanjutkan pendidikan dan menjaga ilmu yang telah diperoleh selama berada di Pondok Pesantren Al Muraad,” tutupnya.

Wakili Orang Tua Santri

Mewakili para orang tua santri, Dr. Kisman Karinda menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keberhasilan Ponpes Al Muraad dalam mendidik para santri hingga mampu menyelesaikan pendidikan dan menghafal Alquran.

Menurutnya, perjalanan pendidikan selama tiga tahun di pondok pesantren bukanlah hal yang mudah, baik bagi santri, orang tua, maupun para pendidik yang telah mencurahkan pikiran, tenaga, dan perhatian demi keberhasilan para siswa.

“Ini adalah momen yang luar biasa. Tidak gampang menjalani proses selama tiga tahun. Banyak pikiran dan perhatian yang dicurahkan demi anak-anak kita. Alhamdulillah, hari ini semua itu terbayarkan. Mereka mampu menghafal Alquran dan menyelesaikan pendidikan dengan baik,” ujar Kisman.

Ia menilai capaian yang diraih para santri merupakan prestasi yang sangat membanggakan dan tidak terlepas dari peran besar para ustaz dan ustazah yang dengan sabar membimbing serta mendampingi para santri selama menempuh pendidikan di pondok pesantren.

“Itu adalah pencapaian yang luar biasa yang diraih anak-anak kami. Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari upaya para ustaz dan ustazah yang terus membimbing mereka,” katanya.

Di akhir sambutannya, Kisman menyampaikan terima kasih kepada seluruh tenaga pendidik Ponpes Al Muraad. Ia mengakui bahwa pengabdian para ustaz dan ustazah dalam mendidik santri tidak dapat diukur hanya dengan materi semata.

“Terima kasih kepada seluruh ustaz dan ustazah. Saya tahu persis tugas mendidik anak-anak tidaklah mudah. Tidak ada gaji yang benar-benar sepadan dengan pengabdian yang diberikan. Selain mengajar, mereka juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk aspek psikologis dalam membina karakter dan akhlak para santri. Semoga seluruh dedikasi tersebut menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” tutupnya. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *